-->

Mitos dan Fakta Sunat Klamp / Klem

Akhir-akhir ini Sunat Klamp booming dan menjadi trend bagi para Bapak/Ibu yang ingin mengkhitankan putra terbaiknya. Ada beberapa mitos dan fakta sunat klamp yang beredar di masyarakat. Mari kita bahas satu persatu:

Mitos :
  1. Sunat Klamp tidak dijahit. Memang kata dijahit sangat menakutkan. Akan tetapi jahitan ini memang harus dilakukan untuk merekatkan luka potong kulit. Fungsi jahit di sunat klamp diganti oleh alat klamp yang dipasang di penis dengan cara dijepit oleh alat klamp. Jadi, sunat klamp pada dasarnya sama juga dijahit/dijepit tapi bukan dengan benang jahit/catgut namun dengan alat klamp yang dipasang.
  2. Sunat Klamp bisa langsung mandi. Segera setelah sunat, saat klamp masih terpasang, memang langsung boleh mandi karena luka sunat dilindungi oleh klamp yang terpasang. Akan tetapi, setelah 5 hari saat klamp sudah dilepas, luka bekas sunat menjadi terbuka dan tidak boleh terkena air alias tidak boleh mandi karena luka sunat masih terbuka dan basah. Inilah faktor yang membuat sunat klamp tidak praktis karena harus membuka klamp dimana anak dapat kesakitan karena tidak dibius.
  3. Sunat Klamp tidak sakit. Untuk rasa sakit sama saja untuk semua metode sunat. Semua metode sunat harus disuntik untuk memasukkan obat bius dibawah kulit. Saat anak melakukan Sunat Klamp,  sakit yang dialami anak terjadi dua kali karena harus melepas alat klamp yang terpasang dimana tidak dibius jadi anak pasti merasakan sakit.

Fakta :    
  1. Luka Bekas Sunat Klamp lebih rapi/tidak berbekas. Sunat Klamp memiliki bekas potongan yang seragam karena potongan sudah dicetak/sesuai dengan alat klamp. Akan tetapi untuk kerapian sunat metode lain (laser/cauter dan biasa/konvensional) tergantung oleh pasien yang sunat dan operator sunat. Saat pasien yang sunat tenang (tidak teriak-teriak dan meronta) maka hasil sunat lebih baik dan rapi daripada anak yang meronta dan teriak-teriak saat sunat. Makin berpengalaman dan tenang operator sunat saat mengerjakan maka hasil sunat akan semakin bagus dan rapi.
  2. Anak bisa langsung aktivitas setelah sunat. Segera setelah sunat luka bekas potong telah dijepit dengan alat klamp. Jadi, tidak khawatir terjadi perdarahan segera setelah sunat. Berbeda dengan sunat metode lain (laser/cauter dan biasa/konvensional) dimana harus istirahat total/bedrest untuk menghindari perdarahan pasca sunat.   

Untuk metode sunat terbaik sesuai dengan kondisi anak yang akan disunat. Silahkan konsultasikan kepada Dokter untuk metode sunat yang paling cocok untuk putra terbaik Anda.

Hubungi: dr. Cahya Tlp/WA 08117453388, Pin BB 584CB4B4

Berlangganan artikel terbaru via e-mail :

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel